Thursday, 4 April 2013

Profil


MEMOAR

Seorang Tomy Rahmatwijaya, terlahir dari pasangan Muh. Jabir dan ST. Aliah. Lahir disebuah kota besar Sulawesi Selatan, Ujung Pandang. Pada tanggal 25 November 1994. Perempuan yang kusebut Ibu itu berjuang mengeluarkan anak manusia. Nama Tomy Rahmatwijaya  diberikan oleh mereka, yang artinya rahmat yang tertinggi. Saya tumbuh dewasa bersama keluarga kecilku. Bersekolah pertama di TK Aisyiah. Kemudian melanjutkan ke Sekolah Dasar. 6 tahun menjalani sekolah dasar tidak ada yang istimewe, hanya kehidupan seperti anak kecial lainnya.


Lanjut ke Sekolah Menengah Pertama. Di SMP Neg. 1 Sungguminasa ini, alhamdulillah, saya termasuk murid yang beruntung, Kenapa? Saya termasuk dari 20 Murid yang menjalani program akselerasi. Hanya menempuh pendidikan selama 2 tahun SMP. Bertemu teman-teman dengan orientasi akademik yang lebih. Tetapi dengan jiwa sosial yang juga tidak kurang baik. Selama belajar 2 tahun, kami digenjot terus untuk belajar. Sampai jam 4 sore selama 2 tahun itu. Pekerjaan rumah yang seharusnya dikerjakan di rumah, malah dikerjakan di sekolah pada saat istirahat siang dan dikumpul pada sore harinya. Tetapi dengan ketegangan otak yang harus terus konsen hingga sore, sekolah juga mengerti dengan memberikan fasilitas yang cukup memadai. Seperti, ruangan yang ber-AC, makan siang yang disediakan di siang hari, dan masih banyak lagi. Saat makan siang, kami berkumpul sebagai keluarga besar satu kelas. Makan siang bersama. Hingga selesai 2 tahun kami bersama.

Saya melanjutkan pendidikan ke SMA Neg 2 Makassar. Di sekolah inilah saya banyak tahu tentang kehidupan anak muda Makassar. Disekolah inilah saya belajar untuk memahami manusia yang tumbuh menjadi dewasa. Di sekolah inilah saya menemukan teman-teman seperjuangan. Di sekolah inilah saya belajar sedikit tentang kenakalan remaja. Di sekolah inilah banyak pengalaman yang bisa saya ambil. Dan masih banyak banyak hal-hal baik dan buruk di sekolah ini. Ada kisah pertemanan, kisah menyebalkan dengan guru, sampai romantika di sekolah. Saya masuk banyak organisasi di sekolah ini. Tetapi mungkin tidak bertahan lebih dari 6 bulan. Seperti Club Bahasa Inggris, Sanggar Seni, Futsal, OSIS, Paskibra dan Remaja Masjid. Tapi seperti yang saya bilang tadi, tidak lebih dari 6 bulan saya aktif di oragnisasi itu semua.

Telah 3 tahun saya menjalani masa SMA, banyak sekali cerita dibalik itu semua. Akhirnya saya memutuskan untuk merantau di Malang. Kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang. Pertama kali saya naik pesawat itu ke Surabaya dan lanjut ke Malang. Malang saat itu masih diselimuti dinginnya yang sangat. Sampai saat saya menemukan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan IKAMI yang ternyata organisasi Sulawesi Selatan. Banyak sekali orang-orang baru yang kukenal. Dari berbagai daerah, keturunan Sulawesi Selatan, berbeda agama, dan berbeda pandangan. Tapi bagi saya justru perbedaan itulah yang membuat oragnisasi ini besar. Justru perbedaan itu yang membuat organisasi ini dikenal banyak orang.

Banyak yang saya pelajari dari organisasi ini. Seperti di rumah sendiri. Belajar menjadi pemimpin, belajar manajemen organisasi, belajar memahami karakter orang yang berbeda kepala dan pikiran. Saya juga belajar lebih banyak tentang kebudayaan Sulawesi Selatan yang justru saya tahu di tanah rantau, bukan di kampung sendiri. Sudah 1 tahun saya kuliah dan belajar di Malang. Banyak teman-teman seperjuangan yang saya temani. Teman-teman yang membantu di dunia akademik dan organisasi. Teman-teman yang berorientasi akademis dan organisatoris. Pelajaran yang paling saya ingat dari orang tua di tanah rantau yang saya ingat adalah jangan cepat mengalah dan mengeluh putus asa.

Saya memiliki teman baik yang bernama Igos. Dia cukup energik, semangat dan tidak mengenal putus asa. Sepertinya tidak ada kata tidak mungkin dalam kamus hidupnya. Dari sana pula saya banyak belajar tentang arti hidup dan memandang hidup lebih optimis. Sehingga saya tidak hanya hidup tanpa adanya tujuan. Karena orang yang menganggap hidup ini tidak ada gunanya hanyalah pandangan orang-orang pesimis.

Semoga dengan saya hijarah dari Makassar ke Malang bisa merubah saya menjadi orang yang baik, memperluas pandangan serta bisa berjuang dan membuat diri ini bisa bermanfaat untuk orang banyak. KITA AKAN HIDUP DAN MENANG.

BIODATA

Nama           : Tomy Rahmatwijaya

TTL             : Ujung Pandang, 25 November 1994

Alamat         : Makassar : BTN Andi Tonro Permai Blok A6/15
                       Malang   : Jl. Tirto Utomo Gang X no. 6

Hoby            : Menonton Film, Membaca, Main Game

Cita - Cita     : Belum Jelas

Facebook      : Tomy Rahmatwijaya
Twitter           : @tomrahmat
Instagram      : @tomyrahmat
ID Line           : @tomyrahmat
   
RIWAYAT PENDIDIKAN

SD              : SDN Bontokamase

SMP           : SMP Neg 1 Sungguminasa

SMA          : SMA Neg 2 Makassar

Kampus    : Universitas Muhammadiyah Malang





Reactions:

0 comments:

Post a Comment