Sunday, 25 December 2016

Indonesia Men-Telolet-Kan Dunia


Saat saya menulis tulisan ini, seperti biasa, saya sedang asyik menyeruput kopi dan nongkrong bersama teman-teman dibawah langit malam yang mendung di depan kampus.

Jalan riuh diterangi lampu jalan sinar kuning merkuri. Lalu lalang kendaraan mobil menutup celah-celah sempit untuk pengendara motor yang ingin mengeluarkan teknik zig-zag. Tak jarang terdengar makian dan umpatan dengan mata tajam melotot ingin menerkam.

Begitulah balada harian di jalanan.

Ditengah kerasnya hiruk pikuk jalan, sekolompok pemuda yang berdiri di parkiran warung kopi yang saya tempati, berteriak, "Om telolet om!!!" pada bis yang melintas. Sopir bis itu merespon dengan bunyi klakson khasnya. Sontak anak muda yang berteriak tadi ketawa kegirangan. Entah karena kesenangan, gila atau memang sedang mengikuti tren di media sosial sekarang.

Tapi saya pikir ini memang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia, gampang bahagia. Bayangkan saja, hanya dengan mendengar klakson telolet, kita bisa tertawa bahagia dibuatnya. Cukup  menjadi hiburan.

Setelah berakhirnya ketenaran viral mama berdaster yang ketika dandan hidup kita kelar, demam telolet menjadi pemandangan baru yang lebih terkenal. Cukup membuktikan bahwa orang Indonesia bisa dikatakan kreatif dan bisa melihat sisi-sisi guyon dalam kehidupan sehari-hari.

Yap, istilah 'om telolet om' sekarang memang menjadi tranding topik di jagad dunia maya. Berawal dari kebiasaan anak kecil yang senang dengan suara klakson bis yang kemudian menjadi viral di sosial media dan menjadi konsumsi penikmat dunia maya akhir-akhir ini. Setiap saya melihat postingan status seseorang, mesti ada komen 'om telolet om'.

Sampai sekarang, istilah tersebut sudah mendunia dan banyak mendapat perhatian dari publik figur di Indonesia bahkan dunia.

Di Indonesia artis-artis sudah banyak yang mem-parodi-kan om telolet om. Tidak mau ketinggalan, tokoh-tokoh politik juga ikut meramaikan om telolet om. Contohnya saja anies baswedan dan sandiaga uno yang sekaligus cagub dan cawagub jakarta.

Sampai-sampai menteri perhubungan juga berencana untuk membuat kontes klakson telolet.

Di kancah internasional, sekelas dj skrillex sampai membuat remix dengan bunyi telolet. Tidak hanya itu, dengar-dengar demam telolet ini sudah sampai ke telinga pesepak bola cristiano ronaldo sampai presiden amerika terpilih donald trump.

Bisa dilihat bahwa kekuatan dari media sosial memang sangat berpengaruh dalam kehidupan bermasyarakat kita. Bahkan bisa mempengaruhi dunia. Kalau momen seperti ini bisa dimanfaatkan, indonesia akan dengan gampang memperkenalkan budaya-budaya tanah air kepada dunia.

Saya jadi teringat slogan orang jepang, tentang men-jepang-kan dunia. Itu setelah kehancuran jepang yang kalah berperang melawan sekutu pada saat perang dunia ke 2. Kaisar jepang pada saat itu berhasil membangun kembali negaranya  dari krisis dan mampu menyebarkan budaya-budaya jepang ke seluruh dunia.

Kita bisa lihat pada gaya berpakaian anak muda di indonesia yang beberapa mengikuti gaya cosplay atau harajuku-nya jepang. Budaya jepang sudah merambat di indonesia.

Belum lagi ada anime-anime yang menjadi konsumsi masyarakat kita. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa menikmati tontonan film animasi kartun dari jepang tersebut. Dan terus terang, saya juga menikmatinya hehehe...

Dan yang paling mendunia adalah teknologi-teknologi modern dan canggih yang kita pakai di kehidupan sehari-hari sebagian besar merupakan produk dari negeri sakura tersebut. Mulai dari perabotan rumah tangga, teknologi pertanian, hingga mesin-mesin bermotor dunia adalah produk industri jepang.

Nah, demam telolet sudah terbukti bisa menjadi virus yang dapat menjangkit masyarakat dunia. Demam telolet sudah membuat masyarakat dunia bertanya-tanya, "What the meaning of om telolet om?"

Bayangkan saja, jika semisal, tarian tradisional seperti tari bali bisa menjadi viral dan gerakan ditiru oleh orang sedunia. Tidak kalah oleh tarian gangnam style. Betapa bangganya kita menjadi bagian dari bangsa yang punya banyak warisan budaya ini.

Atau semisal tren fashion seperti peci atau batik bisa dipakai oleh artis-artis luar negeri. Bayangkan misalnya justin biebir menggunakan peci saat tour konser dunianya? Kan keren.

Nah, itu tidak mustahil melihat pengguna aktif media sosial masyarakat kita termasuk yang terbanyak didunia. Jika kita ramai-ramai membagikan sehari saja salah satu budaya kita, maka bisa-bisa indonesia setiap hari akan menjadi trending topik dunia.

Kita bisa meng-Indonesia-kan dunia.

Maka, momen telolet ini menjadi awal Indonesia bisa dibicarakan banyak orang didunia. Dan sebagai masyarakat yang cerdas dan pengguna sosial media yang bijak, mari kita memanfaat momen ini untuk kembali memperkenalkan semua yang ada di Indonesia kepada dunia.

Salam telolet untuk kita semua. Indonesia men-telolet-kan dunia.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment